Kesejahteraan 06.1 Dasar-dasar Komunikasi dalam Keluarga

on

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi yang dilakukan antar pribadi. Karena manusia adalah mahluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk berhubungan, maka komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam interaksi antar manusia. Bisa kita bayangkan bahwa pola komunikasi akan mempengaruhi pola hubungan antar pribadi, yang juga akan mempengaruhi kesejahteraan hidup seseorang. Pola komunikasi antar pribadi yang baik akan meningkatkan rasa nyaman seseorang, dan sebaliknya.

Keluarga sangat membutuhkan pola komunikasi yang baik. Tanpa pola komunikasi yang baik, sulit bagi keluarga untuk mengembangkan hubungan yang membawa kepuasan kepada anggotanya. Namun hal tersebut memang harus diusahakan, karena Firman Tuhan sendiri telah memperlihatkan bahwa sejak manusia diciptakan juga telah terjadi kesenjangan dalam berkomunikasi.

Kegagalan manusia berkomunikasi

Sejak kapan manusia gagal berkomunikasi? Jika kita merujuk kepada Kejadian 3, ketika manusia jatuh dalam dosa, telah terjadi hal-hal yang mengganggu jalannya komunikasi. Yang terutama muncul adalah emosi negatif: rasa takut, rasa malu dan rasa bersalah.

Rasa takut menyebabkan manusia sering bersembunyi dan menolak untuk berkomunikasi dengan benar

Rasa malu menyebabkan manusia juga harus memakai pelindung dan topeng untuk bisa berkomunikasi

Rasa bersalah sering menyebabkan manusia menjadi agresif dan menyerang orang lain dengan berkomunikasi

Fungsi komunikasi dalam keluarga.

  1. Memberikan pengertian yang lebih dalam tentang siapa kita sebagai pribadi kepada anggota keluarga lainnya
  2. Meningkatkan kasih, kepercayaan dan rasa hormat dalam keluarga
  3. Sebagai alat untuk mencapai tujuan, dan membereskan hal-hal yang menghalangi pencapaian tujuan

Bentuk Komunikasi

Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia ataukelompok. Jenis komunikasi terdiri dari:

  1. Komunikasi verbal dengan kata-kata, yang mencakup kata-kata yang dipilih, cara mengucapkannya
  2. Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh, yang mencakup: ekspresi wajah, kontak mata, sentuhan, postur tubuh dan bentuk sikap tubuh lainnya.

Dalam prakteknya kita tidak hanya berkomunikasi dengan kata-kata yang kita ucapkan, namun sering bahasa tubuh kita akan memberikan isyarat yang mungkin akan diterima dengan cara yang berbeda oleh lawan bicara kita. Karenanya penting dalam keluarga untuk juga belajar melihat dan memperlihatkan bahasa tubuh yang memberi dukungan kepada kata-kata yang kita ucapkan.

8 Hukum komunikasi – dari Ayub 31 & 32 – diambil dari renungan ini

Jangan cepat mengeluarkan perkataan (6-7).

Lalu berbicaralah Elihu bin Barakheel, orang Bus itu: “Aku masih muda dan kamu sudah berumur tinggi; oleh sebab itu aku malu dan takut mengemukakan pendapatku kepadamu. Pikirku: Biarlah yang sudah lanjut usianya berbicara, dan yang sudah banyak jumlah tahunnya memaparkan hikmat.

Pastikan selalu dalam pimpinan Roh Allah (8-9).

Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian. Bukan orangyang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan.

Pastikan lawan bicara dalam kondisi siap mendengarkan (33:1-2).

“Akan tetapi sekarang, hai Ayub, dengarkanlah bicaraku, dan bukalah telingamu kepada segala perkataanku. Ketahuilah, mulutku telah kubuka, lidahku di bawah langit-langitku berbicara.

Bicara dengan hati yang tulus (33:3-4).

Perkataanku keluar dari hati yang jujur, dan bibirku menyatakan dengan terang apa yang diketahui. Roh Allah telah membuat aku, dan nafas yang Mahakuasa membuat aku hidup.

Tidak merendahkan (33:6), tidak menyanjung-nyanjung (32:21).

Sesungguhnya, bagi Allah aku sama dengan engkau, akupun dibentuk dari tanah liat.

Aku tidak memihak kepada siapapun dan tidak akan menyanjung-nyanjung siapapun. (32:21)

Berani menegur (33:12).

Sesungguhnya, dalam hal itu engkau tidak benar, demikian sanggahanku kepadamu, karena Allah itu lebih dari pada manusia.

Bicara dengan tujuan dan isi yang telah dibentuk oleh firman (33:14-16).

Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur, maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran.

Memberi kesempatan kepada lawan bicara. (33:31-32).

Perhatikanlah, hai Ayub, dengarkanlah aku, diamlah aku yang berbicara. Jikalau ada yang hendak kaukatakan, jawablah aku; berkatalah, karena aku rela membenarkan engkau. Jikalau tidak, hendaklah engkau mendengarkan aku; diamlah, aku hendak mengajarkan hikmat kepadamu.”

3 Comments Add yours

  1. EGIE mengatakan:

    masih ada ga tambahan nya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s