Memahami pentingnya bercerita dalam model kawantumbuh


Komunitas Kawantumbuh adalah sekelompok orang yang berniat untuk bertumbuh bersama, dengan cara membangun kebiasaan baik, memperlengkapi dengan keterampilan hidup, dan mengalami perubahan cara pandang lewat kasih karunia Allah. Kami rindu untuk berbagi & bertumbuh bersama, karena kami percaya bahwa pertumbuhan yang sejati terjadi dalam komunitas – sekecil apapun komunitas itu. Satu hal yang ingin bagikan bersama adalah Cerita Hidup, karena kami melihat bahwa orang-orang hidup dengan membawa cerita mereka masing-masing, menceritakan cerita itu pada diri sendiri dan orang di sekitar, serta mendapatkan berbagai macam cerita dari sekeliling mereka. Disadari atau tidak, cerita mempengaruhi hidup orang – bahkan bisa ikut menentukan masa depan seseorang.  Namun belum tentu hal itu membawa kebaikan dan pertumbuhan bagi kita.

Cerita Seribu Satu Malam adalah sebuah sekumpulan dongeng yang diceritakan oleh Sheherazad, seorang wanita yang dinikahi oleh Maharaja Sharyar dari Persia, untuk menyelamatkan dirinya dari hukuman mati. Sang Maharaja memiliki kebiasaan untuk menikahi seorang perawan dan mengeksekusinya keesokan hari. Ia melakukan itu karena marah akan permaisurinya yang selingkuh, dan merasa semua wanita seperti itu. Maka sang raja akan membunuh istri barunya, sebelum wanita itu sempat menyakiti hatinya. Hal itu telah berlangsung bertahun-tahun, sampai kemudian Sheherazad menawarkan diri untuk dinikahi raja. Sheherazad memikirkan cara agar bisa menyelamatkan nyawa gadis-gadis yang tidak berdosa. Caranya adalah dengan menceritakan sebuah cerita yang sangat menarik hati Maharaja. Kemudian Sheherazad akan menghentikan cerita, tepat pada bagian yang paling menarik. Karena penasaran, Maharaja bersedia menangguhkan hukuman mati agar bisa mendengarkan kelanjutan cerita di malam berikutnya. Hal ini berlangsung selama berhari-hari, bahkan sampai 1001 malam. Akhirnya raja pun terobati dari kemarahannya, mempercayai Sheherazad dan menghentikan kebiasaan menghukum mati.

Bercerita adalah sebuah cara memaparkan rentetan kejadian yang memiliki hubungan sebab akibat, umumnya dengan cara berbicara (verbal), namun juga dapat menggunakan visual, musik dan lagu, bahkan juga dengan gerak dan tari.  Peristiwa yang terjadi bisa merupakan kisah rekaan (fiksi) ataupun berdasarkan kisah nyata (non-fiksi). Seperti yang diperlihatkan Hikayat Seribu Satu Malam di atas, cerita memiliki pengaruh yang kuat. Cerita dapat melumpuhkan atau menggerakkan seseorang. Cerita mempengaruhi kejiwaan orang, merusak jiwa atau menyembuhkan. Cerita yang menarik akan dengan mudah membangkitkan emosi dan keinginan seseorang. Cerita juga mudah diingat dan dibagikan dari satu orang kepada orang lain, satu komunitas pada kelompok lain, bahkan dari satu generasi ke generasi yang lain. Hal ini telah dilakukan manusia selama beribu-ribu tahun. Gambar-gambar yang dibuat manusia purba di dinding-dinding gua memperlihatkan keinginan  besar untuk menceritakan pengalaman hidup mereka. Suku-suku Indian dan bangsa-bangsa lainnya memiliki kebiasaan untuk berkumpul di sekeliling api unggun dan mendengarkan cerita. Bangsa Israel diperintahkan dalam Alkitab untuk menceritakan tentang pekerjaan Tuhan dari generasi ke generasi berikutnya.

Bercerita bukan sekedar kebiasaan unik manusia. Bercerita adalah sebuah kebutuhan yang sangat esensial bagi manusia. Sebagai mahluk sosial, kita butuh untuk memiliki hubungan yang dalam dengan sesama. Hubungan yang dalam akan tercipta ketika ada pemahaman yang mendalam satu sama lain. Cerita, yang begitu kuat mempengaruhi pikiran, perasaan dan kemauan, adalah cara yang berkhasiat untuk memahami satu sama lain. Cerita yang baik akan dengan mudah menghubungkan pribadi dengan sesama dan dengan komunitas. Cerita lebih mudah ditangkap, diingat dan dibagikan kembali. Tradisi, nilai hidup dan budaya dapat ditularkan dan diturunkan lewat cerita. Cerita yang baik juga dapat menginsiprasi dan menggerakkan orang untuk melakukan hal-hal yang baik dan membangun. Cerita yang baik memiliki kemampuan untuk memajukan kemanusiaan.

Hidup manusia pun sejatinya adalah sebuah cerita, karena terdiri dari rentetan kejadian yang memiliki hubungan sebab akibat. Kita yang ada saat ini adalah hasil dari serangkaian keputusan  yang diambil, baik oleh kita maupun orang lain, dengan segala konsekuensinya. Dan selama kita masih bernafas, hidup adalah sebuah cerita yang masih terus disusun – menjadi sebuah Cerita Hidup yang unik dari setiap orang. Menjadi cerita yang dapat menghibur, menghubungkan, menginspirasi dan menggerakkan orang-orang di sekitar kita ke arah yang lebih baik. Atau sebaliknya.

Bagi orang percaya, setiap cerita hidup itu  tidaklah dimulai dan berakhir di tangan manusia. Setiap cerita hidup merupakan sebuah bagian dari Cerita Agung yang sedang dirangkai oleh Sang Pencipta. Cerita Agung ini bukanlah sekedar sebuah kisah acak dengan alur yang berjalan tanpa tujuan, melainkan sebuah Cerita yang telah disusun dengan tujuan-tujuan yang dikehendaki oleh Allah Pencipta. Cerita Agung ini keluar dari kasih dan kebaikan Allah, dan dirancang untuk membawa kebaikan bagi seluruh alam ciptaan. Inilah masterplan Allah, Grand Simfoni Sang Pencipta. Namun ada kerumitan tertentu. Allah yang Maha Kasih dan Maha Bijak memberikan kehendak bebas kepada manusia bagaimana ia akan mengisi bagiannya dalam Cerita Agung tersebut. Manusia dapat memilih untuk terlibat secara positif maupun negatif dalam Cerita itu. Dan faktanya, sejak manusia pertama, manusia lebih sering memberontak dan berpartisipasi secara negatif dalam Rencana Agung Allah.

Akibatnya banyak Cerita Hidup manusia adalah cerita yang sumbang. Banyak orang yang menghabiskan hidup dengan cerita-cerita yang kurang bermakna – hanya sekedar cerita yang tidak penting dan tak membawa dampak. Beberapa menyusun cerita hidupnya dengan usaha yang kuat, dan sebenarnya menjadi inspirasi buat sesamanya, namun sebenarnya tidak memberi sumbangan yang positif bagi Cerita Agung Allah. Banyak juga yang melihat hidupnya sebagai rentetan kegagalan dan kekerdilan, dan berulang-ulang menceritakan cerita gagal itu pada diri sendiri dan orang lain. Tentunya bukan itu yang dikehendaki Allah. Kita adalah puisi mahakarya Allah yang diciptakan dalam tujuan-tujuan kekal Allah, dan Ia mau kita hidup di dalam dan menampilkan tujuan kekal itu (Efesus 2:10).

Setiap orang hidup sebagai sebuah cerita yang unik, dengan nilai, tujuan dan pola pikirnya masing-masing. Kita juga membawa warisan cerita yang telah ditanamkan pada kita, dalam bentuk tradisi, kebudayaan dan kebiasaan kita. Kita juga dibombardir dengan cerita-cerita yang dikumandangkan oleh berbagai macam aliran dan kepentingan. Agama, politik, media, dunia hiburan dan lingkungan di mana kita tinggal menawarkan cerita mereka masing-masing. Beberapa dengan cara yang mudah dilihat dan dinilai, lainnya masuk ke dalam kesadaran kita dengan cara-cara yang laten dan halus. Kita pun terbiasa untuk mengumandangkan cerita kita sendiri, mungkin lewat gosip, curhat, ekspresi seni, pekerjaan dan pelayanan kita. Sebagian besar cerita yang sedang beredar ini sebenarnya adalah cerita yang bersaingan atau bahkan bertentangan dengan Cerita Agung Allah. Namun karena cerita-cerita itu menarik dan memikat hati, sering kita tidak sadar sedang terpengaruh, bahkan menghidupi dan membagikan cerita yang asing dengan rencana Allah. Artinya kita belum atau tidak terlibat secara positif dalam Rencana Agung Allah.

Bagaimana kita menyikapinya? Bagaimana kita dapat meyakinkan orang di sekeliling kita akan sebuah Cerita yang Sejati? Bagaimana agar Cerita Agung Allah dapat tercermin, cepat atau lambat, dalam hidup kita, yang kemudian akan menjadi sumber cerita yang baik bagi orang-orang di sekeliling kita? Dengan cara menawarkan dan menceritakan Cerita Agung itu lewat hidup kita, baik lewat kata-kata maupun perbuatan. Kita adalah surat terbuka yang dapat dibaca oleh orang di sekeliling kita, baik dalam kegagalan maupun keberhasilan kita. Kita mengijinkan Rencana Allah berproses dalam hidup kita, selangkah demi selangkah. Dan setiap proses itu bisa menjadi sumber cerita yang dapat dinikmati dan menginspirasi orang-orang di sekitar kita.

Jelas cerita merupakan sebuah aspek penting dalam hidup manusia. Bercerita merupakan alat komunikasi yang powerful untuk mengubah hidup orang dan komunitas. Jika dapat memanfaatkan cerita dengan baik dan benar, maka kita dapat menolong orang dan komunitas untuk bertumbuh dengan cara yang natural, tanpa perlu mendominasi, mengintimidasi ataupun memanipulasi. Untuk itu kita perlu merumuskan cara-cara yang dapat menolong orang untuk bercerita dengan baik dan benar, dan mengalami pertumbuhan yang sehat sebagai dampak dari bercerita tersebut. Bagaimana caranya?

Sebuah model pembelajaran yang sedang dikembangkan mencoba menjawab pertanyaan ini. Dalam model ini kita menyediakan ruang, waktu, hati dan tenaga untuk bertumbuh bersama-sama dengan cara melibatkan Tuhan dan sesama dalam proses itu. Cerita menjadi keterampilan utama yang perlu dimiliki, yang dilakukan dalam tiga tahap:

  • Tuhan bercerita, dan kita belajar memahaminya. Banyak orang yang memandang Firman Tuhan sebagai serangkaian perintah yang harus dikerjakan dan aturan untuk ditaati. Namun sebenarnya Firman Tuhan adalah serangkaian Cerita tentang Tuhan, yang Ia bagikan agar manusia dapat memahami Rencana & Kehendak-Nya – history is HIS story. Bagian kita adalah memahami Cerita itu dan mengijinkan-Nya mengubah hidup kita.
  • Kita saling bercerita dan membagikan hidup berdasarkan tanggapan kita akan Firman yang baru dipelajari. Banyak dari kita sudah terbiasa untuk berbagi, bercerita dan bersaksi. Disini, kita mengijinkan Roh Kudus dan Firman membangkitkan apa yang perlu kita bagikan pada komunitas.Cerita yang kita bagikan akan menolong kita untuk saling memahami, baik orang lain maupun diri sendiri, dan mengeratkan komunitas.
  • Kita merumuskan kebutuhan apa yang muncul saat belajar Firman dan berbagi cerita, dan menceritakannya pada Tuhan lewat doa permohonan dan syukur. Kebutuhan itu bisa berupa pemulihan dari hal-hal di masa lampau, ataupun perubahan hidup untuk masa-masa mendatang. Kita rindu agar kebutuhan yang diutarakan dalam komunitas itu akan dijawab Tuhan dalam cara & waktu-Nya – yang akan menjadi Cerita Hidup yang baru yang memuliakan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s