Memahami Paradigma

on

Paradigma adalah sebuah model pemahaman akan realitas yang didasarkan akan pengalaman kita sepanjang kehidupan. Keberadaan paradigma menolong kita untuk berpikir, memahami dan bertindak tanpa harus merenungkan ataupun berpikir dengan keras tentang sesuatu. Misalnya dengan lampu pengatur lalu lintas: ketika anda berada di persimpangan jalan dan melihat lampu merah, anda akan menekan pedal rem. Karena paradigma merupakan sesuatu yang bersifat kebiasaan, maka kita akan berpikir, memahami dan bertindak berdasarkan paradigma tersebut – sehingga berlaku seperti saraf refleks. Paradigma untuk setiap orang tentu akan berbeda, dan didasarkan akan pemahaman yang berbeda juga, bisa pemahaman pribadi, agama ataupun budaya.

Paradigma sangat menolong karena mengijinkan kita untuk mengatur informasi tanpa harus berpikir keras. Namun pada saat yang sama paradigma bisa membahayakan karena membuat kita tidak mengamati sesuatu dengan seksama, dan bertindak seperti dengan auto-pilot, tanpa memberikan pertimbangan penuh. Sebagai contoh, seseorang yang telah terbiasa untuk mengendarai kendaraan di sebelah kiri, seperti yang dilakukan oleh orang Indonesia, akan mengalami kesulitan ketika harus berkendara di sebelah kanan, seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Paradigma menjadi sebuah perspektif yang sudah melekat yang sulit untuk dirubah. Membutuhkan banyak kesengajaan dan perjuangan untuk mengalami pergeseran paradigma dalam hidup kita.

Paradigma dapat didefinisikan sebagai sebuah kerangka berpikir yang berisi serangkaian asumsi dasar, yang menjadi cara berpikir dan berefleksi. Paradigma didefinisikan sebagai serangkaian asumsi, konsep nilai-nilai dan praktek hidup yang membentuk cara kita memandang kenyataan hidup. Paradigma menolong kita merasakan, memahami dan bertindak dengan cara tertentu tanpa memerlukan perhatian khusus. Padahal apa yang kita pikirkan atau rasakan juga membentuk siapa kita dan menjadi seperti apa kita. Maka paradigma menjadi sebuah template atau pola seperti apa kita akan bertindak dan mengambil keputusan.

Untuk itu kita perlu belajar untuk memahami, memperhatikan dan dengan sengaja membangun paradigma seperti apa yang kita inginkan. Yang dikehendaki adalah agar kita bisa hidup secara intentional, yaitu dengan sengaja dan sesuai kehendak, sebisa dan semampu mungkin kita mencoba membangun hidup bukan sebagai serangkaian peristiwa acak, namun sebagai sebuah rancangan yang diselaraskan dengan hal-hal yang kita percaya sebagai hal yang penting dan wajib ada. Untuk itu kita perlu memahami paradigma apa saja yang sedang beroperasi dalam hidup kita, atau lebih penting lagi, kita dengan sengaja membangun paradigma yang mencerminkan ingin menjadi seperti apakah kita. Karena itu marilah dengan lebih teliti memahami paradigma hidup!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s