Berkwantum, PA

PA Berkwantum: Mengalami Penolakan (Kejadian 4:1-8)


Penolakan adalah hal yang kerap kita alami sebagai manusia. Dalam dunia yang berdosa, orang butuh untuk diterima, namun pada saat yang sama memiliki kesulitan untuk menerima orang lain dengan sukacita. Penolakan membawa rasa sakit, yang memicu banyak hal buruk lainnya, apalagi ketika yang menolak adalah pribadi yang kita anggap penting.

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” 2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. 3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; 4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, 5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. 6 Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” 8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. (Kejadian 4:1-8)

 

Pengamatan

  1. Apa yang telah dikerjakan Allah kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya?
  2. Apa yang merupakan janji Allah ketika kita menyerahkan hidup ke dalam tangan-Nya?

Berbagi Kebenaran

  1. Dari firman yang saya baca, apa yang saya pelajari tentang Allah?
  2. Berdasarkan firman dan pemahaman di atas, bagaimana sebaiknya cara manusia membangun relasi dengan Allah?

Berbagi Cerita Hidup

  1. Apa yang saya pelajari tentang manusia, baik tentang diri sendiri maupun tentang sesama?
  2. Bagaimana cara membangun relasi dengan sesama yang membawa kebaikan bersama?
  3. Apakah anda pernah mengalami perasaan tidak diterima? Apa yang anda rasakan dan apa pula yang kemudian anda lakukan?

Derita terbesar dalam hidup seseorang adalah ketika ia tidak memiliki hubungan yang sehat yang membuat hidupnya sejahtera. Banyak orang terluka, baik dalam kesendirian maupun ketika berada dalam komunitas karena ada perlakuan yang menyakitkan. Luka tersebut mengganggu, bahkan merusak hubungan, baik dengan Allah, diri sendiri maupun dengan sesana. Namun sebenarnya kita tidak perlu menderita terus, karena kita memiliki Kristus yang telah berkorban bagi kesejahteraan kita, karena Ia sangat mengasihi kita. Dengan mempercayai Yesus, kita mengalami kasih dan kuasa-Nya yang menyembuhkan, dan memampukan kita untuk juga mengasihi dan berkorban bagi sesama kita.

Berbagi Kebutuhan

  1. Hal-hal apa yang Allah ingatkan menjadi kebutuhan saya?
  2. Hal-hal apa, menurut saya, yang Allah inginkan terjadi dalam kehidupan saya
  3. Apa yang saya butuhkan saat ini untuk mengalami kebenaran, kuasa dan kasih Allah

Refleksi

  1. Hal baru atau hal paling menarik apa yang saya dapatkan dalam pembicaraan ini?
  2. Hal-hal apa yang menjadi komitmen perubahan saya mulai saat ini?
  3. Renungkanlah, adakah orang tertentu yang perlu mendengar tentang kebenaran ini, ataupun perlu diajak ke pertemuan berikut?
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s